Makassar – Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Pelatihan Training of Trainers (ToT) Fasilitator Pengembangan Model Kompetensi Kepala Sekolah (PMKKA). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, dari tanggal 5 hingga 9 Juli 2026 ini, bertujuan untuk melahirkan fasilitator-fasilitator yang andal dalam mendampingi pengembangan kompetensi kepala sekolah di seluruh Sulawesi Selatan.
Ratusan peserta calon fasilitator yang merupakan kepala sekolah dari 24 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan turut ambil bagian dalam pelatihan intensif ini. Kehadiran perwakilan dari berbagai daerah menunjukkan tingginya semangat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat sekolah. Semangat ini diharapkan dapat menular dan memberikan dampak positif yang luas bagi satuan pendidikan di setiap daerah.
Kota Parepare, sebagai salah satu kota pendidikan di Sulawesi Selatan, mengirimkan empat orang perwakilan calon fasilitator kepala sekolah yang telah melalui proses seleksi ketat. Empat perwakilan tersebut adalah H. Agussalim, S.Pd.,M.Pd untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), Andi Rusdi, S.Pd.,M.Pd untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Asriadi, S.Pd.,M.Pd untuk tingkat Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Anak Usia Dini (TK-PAUD), serta Dr. H. Muhammad Dahlan, M.Pd.I untuk Pendidikan Non-Formal (PNF). Keempatnya diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam pengimbasan model kompetensi di Parepare.
H. Agussalim, perwakilan dari Parepare, menyatakan bahwa partisipasi mereka dalam pelatihan ini adalah bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan di tingkat sekolah. “Kami berharap dapat menularkan ilmu dan keterampilan yang kami peroleh di sini kepada rekan-rekan kepala sekolah lainnya di Parepare, sehingga bersama-sama kita dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkapnya.
Selama lima hari penuh, para peserta ToT dibekali dengan berbagai materi yang relevan dengan tugas sebagai fasilitator PMKKA. Materi-materi tersebut dirancang secara komprehensif untuk membekali calon fasilitator dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan. Beberapa materi kunci yang diberikan antara lain: Materi KKA untuk Pendidik, Intervensi Pola Pikir, Pendekatan Pembelajaran Mendalam, Penyelarasan VMT ke Pembelajaran Mendalam, Implementasi Pembelajaran Mendalam, Supervisi Pembelajaran Mendalam, hingga Teknik Fasilitasi dan Pendampingan.
Keberhasilan pelaksanaan ToT Fasilitator PMKKA ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi BBGTK Provinsi Sulawesi Selatan dalam melanjutkan upaya peningkatan kompetensi tenaga kependidikan. Ke depannya, fasilitator-fasilitator yang telah dilatih ini akan memiliki peran krusial dalam melakukan pendampingan kepada kepala sekolah di daerah masing-masing, sehingga tercipta budaya belajar yang terus menerus dan meningkatkan mutu pendidikan di Sulawesi Selatan secara berkelanjutan.
